Senin, 28 April 2014

SOFTSKILL (TULISAN)

Cara Mengatasi Fraud (kecurangan) di dalam Laporan Keuangan di Perusahaan


Setiap orang kemungkinan pasti mendengar kata kecurangan ? Dalam tulisan ini saya akan mencoba memaparkan tentang Fraud.
Kecurangan (fraud) dapat didefinisikan sebagai suatu penyimpangan atau perbuatan melanggar hukum (illegal act) yang dilakukan dengan sengaja untuk tujuan tertentu untuk keuntungan pribadi /kelompok secara tidak fair, baik langsung maupun tidak langsung merugikan pihak lain.
Unsur atau pola umum kecurangan (fraud) yaitu berupa pencurian, penyembunyian dan pengalihan sesuatu yang disimpangkan / dilanggar ke dalam bentuk lain.
Kejadian kecurangan / fraud dapat dibagi jadi 2 kategori yaitu :

1. Fraud yang dilakukan demi keuntungan perusahaan, misalnya :
  • Dengan sengaja melakukan penilaian yang salah atas transaksi, asset, pendapatan atau kewajiban.
  • Penjualan asset fiktif.
  • Pembayaran yang tidak syah, seperti penyuapan, pemberian komisi, donasi politis, pembayaran kepada pejabat, pelanggan atau pemasok.
  • Melakukan aktivitas bisnis yang bertentangan dengan peraturan perundangan Pemerintah. Dengan sengaja melakukan transaksi hubungan istimewa.
  • Dengan sengaja tidak mencatat (unrecorded)  atau tidak menjelaskan informasi yang signifikan sehingga gambaran keuangan dari suatu perusahaan tidak menggambarkan apa yang senyatanya.
  • Kecurangan dibidang perpajakan (Tax Fraud).
2. Fraud yang dilakukan dengan jalan merugikan perusahaan, misalnya :
  • Menerima uang suap atau komisi.
  • Pengalihan keuntungan yang akan diterima oleh perusahaan kepada seseorang di dalam ataupun diluar perusahaan.
  • Dengan sengaja menyalahgunakan harta kekayaan perusahaan dan memalsukan catatan-catatan keuangan.
  • Dengan sengaja menyembunyikan atau salah (falsifikasi) menyajikan data atau kejadian.
  • Tuntutan atas imbalan jasa atau barang yang tidak diberikan kepada perusahaan tersebut.
Setiap orang atau perusahaan dapat melakukan kecurangan. Kadang-kadang sulit dipercaya, sebelumnya maaf seseorang yang kita pandang jujur, taat beragama, berpendidikan dan dihormati, kalangan berada/pejabat ternyata terlibat dalam kasus kecurangan. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi ? Ada apa dengannya ?
Berdasarkan teori audit ada tiga alasan / fraud triangle yang mendorong kecurangan tersebut :
1. Faktor tekanan (perceived pressure),
seperti hidup melebihi kemampuan, banyak hutang, tamak, kurang mendapat perhatian dari atasan/perusahaan, kondisi kerja yang buruk, penjudi, pemabuk dan pecandu narkoba.
2.Faktor kesempatan ( perceived opportunity)
Seperti bekerja tidak ada prosedur yang cukup, tidak mampu menilai kualitas kerja, kurang atau tidak adanya akses terhadap informasi dan gagal mendisiplinkan atau memberikan sanksi pelaku kecurangan.
3.Faktor alasan pembenaran (rationalization)
Seperti merasa sudah berbuat banyak ke perusahaan, jumlah yang dicuri tidak material atau mengambil uang kas sementara pada waktunya akan dikembalikan dan mencontoh atasan atau teman sekerja,
Elemen adanya tekanan dan kesempatan lebih melekat pada kondisi kehidupan dan sikap mental pribadi seseorang, sedangkan elemen adanya kesempatan terkait dengan sistem pengendalian internal dalam suatu perusahaan.
CARA MENDETEKSI FRAUD
-          Analisis vertikal, yaitu teknik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara item-item dalam laporan laba rugi, neraca, atau laporan arus kas dengan menggambarkannya dalam presentase. contoh, adanya kenaikan presentase hutang niaga dengan total hutang dari rata-rata 28% menjadi 52% dilain pihak adanya penurunan presentase biaya penjualan dengan total penjualan dari 20% menjadi 17% mungkin dapat menjadi satu dasar adanya pemeriksaan kecurangan.
-          Analisis Horizontal, yaitu teknik untuk menganalisis presentase-presentase perubahan item laporan keuangan selama beberapa periode laporan. contoh adanya kenaikan penjualan sebesar 80% sedangkan harga pokok mengalami kenaikan 140%. Dengan asumsi tidak ada pembelian fiktif, penggelapan, atau transaksi illegal lainnya.


-          Analisis Rasio, yaitu alat untuk mengukur hubungan antara nilai-nilai item dalam laporan keuangan. contoh current ratio, adanya penggelapan uang atau pencurian kas dapat menyebabkan turunnya perhitungan rasio tersebut.
Bagaimana suatu perusahaan memerangi kecurangan tersebut ?
Ada beberapa upaya komprehensif dalam memerangi kecurangan selain pencegahan yaitu pendeteksian bila telah ditemukan gejala kecurangan, investigasi bila telah diyakini kecurangan sedang/telah terjadi dan tindakan hukum.
Pencegahan adalah yang termurah karena cukup menghilangkan kesempatan dan tumbuhkan budaya perusahaan atau code of conduct.
Adapun tindakan/cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan antara lain :
1. Membangun budaya jujur, terbuka dan pemberian bantuan.
a. Penerimaan pegawai yang jujur
Dengan menyeleksi calon pegawai dengan interview mendalam untuk mengorek latar belakangnya atau menggunakan jasa konsultan untuk mengetahui track record serta lakukan orientasi tugas / pelatihan mewaspadai kecurangan yaitu memberikan pemahaman praktik penyalahgunaan wewenang dan saluran komunikasi untuk pelaporannya.
b. Menciptakan lingkungan /suasana kerja yang positif
Perlu diadakan komunikasi terbuka antara Manajemen dengan pegawai sehingga bisa menyampaikan masalah/keluhan dan harapannya dan merasa diperlukan secara adil dan ikut memiliki perusahaan.
c. Penerapan aturan perilaku dan kode etik
Harus dirumuskan tertulis kriteria perilaku jujur dan tidak jujur dan perbuatan yang boleh dan dilarang. Penerapan reward-punishment dan sosialisasi harus ditegakan oleh manajemen serta berlaku untuk semua level.
d. Pemberian program bantuan bagi pegawai yang membutuhkan
Pembentukan suatu program pemberian bantuan pegawai (employee assistence program /EAP) harus dapat mengenali karyawan yang menghadapi kesulitan misal kebutuhan mendesak keluarga sakit, biaya sekolah anak bahkan terjerat hutang dengan menyodorkan bentuk-bentuk bantuan yang diperlukan. Sehingga faktor pemicu berupa tekanan yang berlebihan oleh karyawan dapat diminimalisir oleh perusahaan sehingga tidak terjadi fraud.
2. Membangun Sistem Pengendalian Intern
Untuk menutup atau meminimalkan kecurangan, membangun sistem pengendalian intern merupakan cara yang tepat dan dapat dilakukan manajemen. Agar pengendalian intern dapat berjalan efektif, COSO menetapkan 5 (lima) komponen struktur pengendalian intern yang harus dilaksanakan, meliputi :
a. Lingkungan pengendalian
Lingkungan pengendalian menciptakan suasana yang sehat di dalam perusahaan dan unsur utama adalah keteladanan pimpinan/manajemenyang akan menjadi contoh bagi karyawannya.
b.Penilaian risiko
Melalui identifikasi bidang-bidang yang diperkirakan sebagai sumber terjadinya kecurangan berupa mitigasi untuk menutup kesempatan seseorang melakukan kecurangan.
c. Aktivitas pengendalian
Merupakan prosedur-prosedur yang harus dilalui agar peluang melakukan kecurangan dapat di eliminir. Yaitu adanya pemisahan tugas, sistem otorisasi, pengecekan indepeden, pengaman fisik dan dokumentasi/pencatatan.
d. Informasi dan komunikasi
Semua kegiatan perusahaan harus direkam, dilaporkan dan dikomunikasikan secara konsisten.
e. Pemantauan
Apa yang ditetapkan dalam sistem pengendalian intern pelaksanaannya harus selalu di pantau baik oleh atasan yang bertanggungjawab maupun oleh auditor internal yang mempunyai kewajiban untuk selalu mengevaluasi sistem dan penerapannya.
Dua hal yang telah dipaparkan untuk mencegah kecurangan walaupun dirancang dan diimplementasikan secara cermat dan hati-hati tetap akan ada kelemahan yang melekat (inherent) karena :

  • Adanya sekelompok pegawai berkolusi atau bekerjasama untuk melanggar sistem misalnya dengan menggunakan dokumen fiktif dan prosedur yang direkayasa.
  • Sistem yang dirumuskan hasil kompromi antara manfaat dan biaya yang disediakan untuk menyusun dan mengoperasikannya.
  • Kesalahan dan kelalaian pegawai yang menjalankan sistem.
Demikian hanya itu yang dapat saya sampaikan berdasarkan sumber-sumber, dan pendapat saya. mohon maaf apabila ada kesalahaan yang kurang berkenan. terimakasih.

Sumber  : 
wikupedia.com
http://www.bumn.go.id/indofarma/galeri/artikel/k/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar