Selasa, 15 April 2014

HASIL REVIEW MATERI PRESENTASI KELOMPOK 4 & KELOMPOK 5



Berikut ini adalah hasil presentasi tanggal 12 April 2014 dari kelompok 4 dan 5 yang telah saya rangkum.
A.   Pengertian Laporan Keuangan Menurut Equity
Pencatatan Investasi Saham pada perusahaan anak dengan metode Equity, diadasarkan pada suatu anggapan bahwa investasi pada anak  sejajar dan sama dengan investasi pada perusahaan-perusahaan cabangnya.
Dengan berdasarkan atas suatu fakta bahwa perusahaan induk dan perusahaan anak merupakan bagian dari suatu kegiatan usaha, maka perubahan-perubahan yang terjadi didalam perubahan modal pada perusahaan anak harus diakui oleh dan dicatat oleh perusahaan induk, untuk dapat mengkuti dan melaporkan posisi keuangan dan perkembangan secara lengkap
Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam prosedur pencatatan investasi menggunakan metode ini adalah:

1.    Rugi dan Laba Bersih Perusahaan
Setiap perusahan anak mendapatkan laba/rugi maka perusahaan induk akan mengakui dan mencatatnya : jika laba maka perusahaan induk akan mencatat debit pada rekening “Investasi Saham Pada Perusahaan Anak”, sedang jika rugi perusahaan induk akan mengkredit rekening “Investasi Saham Pada Perusahaan Anak” dan mendebet rekening “Kerugian Dari Perusahaan anak”
 Rugi atau laba pada perusahaan anak dapat merubah kekayaan pada LYD.
Jika perusahaan Laba, perusahaan induk mencatat:
            Investasi Saham Pada Perusahaan                  xxx
                                   LYD                                                     xxx
 Jika Perusahaan Rugi, akan dicatat:
            LYD                                                                xxx
                                 Investasi Saham Pada Perusahaan         xxx


2.    Deviden Yang Dibagikan Oleh Perusahaan
Dari sisi perusahaan anak pembagian Deviden akan mengurangi saldo Laba Yang Ditahan, sedang pada perusahaan induk dengan pembagian deviden ini akan mendapat perubahan bentuk dari kekayaan yang semula berupa hak atas laba atas perusahaan anak (Invetasi Saham Perusahaan Anak) kedalam bentuk kekayaan yang lain (Kas/Piutang Deviden)

B.    Prosedur Akuntansi Menurut Metode Equity
Konsolidasian yang dilakukan oleh entitas pelaporan pada instansi pemerintah pusat/daerah berbeda dengan konsolidasian yang dilakukan oleh perusahaan swasta, karena konsoliasian pada instansi pemerintah bukan merupakan konsolidasi antara induk dan cabang. Konsolidasi dilaksanakan dengan cara menggabungkan dan menjumlahkan akun yang diselenggarakan oleh entitas pelaporan dengan entitas pelaporan lainnya dengan atau tanpa mengeliminasi akun timbal balik.

1.    Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi
Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi, yaitu agar dapat memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan (economic entity) yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa, dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi juga.

2.    Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi
o   Untuk kepentingan jangka panjang, efek anak perusahaan terhadap induk
o   Memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan tehadap kinerja grup (anak) perusahaan
o   Kepentingan informasi pihak luar

3.    Keterbatasan Laporan Keuangan Konsolidasi
o   Kinerja keuangan anggota perusahaan yang tidak bagus akan tertutupi
o   Rasio keuangan tidak mencerminkan rasio keuangan perusahaan
o   Ketidaktepatan penyusunan rekening akuntansi seluruh perusahaan
o   Kekuranglengkapan catatan laporan keuangan perusahaan individu

4.    Gambaran Umum Proses Konsolidasi
Secara umum, prosedur dan proses pembuatan Laporan Keuangan Konsolidasi diawali dengan penggabungan dengan cara menambahkan secara bersama-sama Laporan Keuangan yang terpisah yang terdiri dari dua entitas atau lebih. Kemudian, dilakukan penyesuaian dan eliminasi terhadap transaksi yang terjadi di dalam satu grup. Proses pembuatan Laporan Keuangan Konsolidasi akan menjadi masalah apabila kepemilikan terhadap perusahaan anak kurang dari 100%.


A.   Modifikasi Dalam Metode Equity
Berdasarkan metode equity, investasi dicatat pada Biaya perolehan dan disesuaikan dengan keuntungan, kerugian dan deviden. Perusahaan investor melaporkan bagian miliknya yang menjadi keuntungan perusahaan sebagai pendapatan investasi dan bagian b ebannya dari kerugian perusahaan investor sebagai kerugian investasi. Deviden yang diterima dari perusahaan investor adalah disinvestasi berdasarkan metode equity dan deviden tersebut dicatat sebagai pengurang rekening investasi.

1.    Pedoman Untuk Menggunakan Metode Equity
o   Metode equity harus digunakan untuk pembukuan semua perusahaan anak yang tidak dikonsolidasi dalam laporan keuangan konsolidasi
o   Metode ini juga harus digunakan oleh perusahaan induk untuk pembukuan saham biasa perusahaan anak.
o   Metode equity juga harus digunakan oleh investor yang investasinya dalam saham berhak suara yang memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan operasi dan keuanagan, meskipun investor hanya memiliki 50% atau kurang dari 50%.
o   Penggunaan metode equity diharuskan apabila terdapat pengaruh besar, karena jika deviden yang diterima diperlakukan sebagai pendapatan, maka suatu perusahaan akan bisa memanipulasi laba yang dilaporkannya.

2.    Penggunaan Metode Equity Membutuhkan Prosedur Akuntansi
o   Laba bersih atau rugi bersih perusahaan anak
o   Deviden perusahaan anak
o   Selisih antara harga pokok investasi dan nilai buku
o   Laba rugi antar perusahaan

3.    Modifikasi Dalam Metode Equity
o   Untuk memungkinkan pembukuan yang lebih baik bagi modal perusahaan induk dengan jalan memisahkan modal yang berkaitan dengan perubahan kepentingan dalam perusahaan anak dari modal yang secara hukum direalisasikan dan tersedia untuk deviden.
o   Modifikasi seperti ini membutuhkan penggunaan perkiraan yang tersendiri untuk membedakan laba yang direalisasi dan yang tidak direalisasi dari investasi dalam perusahaan anak.

B.    Penyusunan Neraca Konsolidasi
Laporan konsolidasi menggambarkan kesatuan perusahaan induk dan anak-anak perusahaan yang dalam operasi sehari-harinya perusahaan-perusahaan tersebut adalah entitas-entitas yang terpisah. Pengendalian perusahaan induk atas anak menyebabkan dalam banyak hal operasi anak dipengaruhi oleh induk, dengan demikian akan banyak terjadi transaksi antara induk dan anak.
Dalam pembahasan ini, setiap transaksi yang dilakukan induk pada anak atau sebaliknya, atau transaksi yang dilakukan satu anak dengan anak lain dalam hubungan induk-anak disebut dengan transaksi antarperusahaan. Transaksi ini menimbulkan keterkaitan akun-akun dalam laporan keuangan induk dan anak. Laporan konsolidasi memandang induk dan anak adalah satu, sehingga bila induk melakukan transaksi dengan anak, hal itu berarti transaksi dengan diri sendiri. Apabila induk melakukan penjualan aset pada anak, hal itu sama artinya dengan induk menjual aset pada diri sendiri sebab anak dan induk adalah satu dalam laporan konsolidasi. Laporan keuangan konsolidasi tidak mengakui transaksi-transaksi seperti ini dan menganggap penjualan tersebut semata-mata sebagai pemindahan aset saja, dan oleh karena itu dalam penyusunan kertas kerja konsolidasi transaksi-transaksi seperti ini harus dieliminasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar